26 April 2009

C. Faktor - faktor Yang Memotivasi Ibu Melakukan Inisiasi Menyusui Dini

Faktor - faktor yang mempengaruhui keberhasilan menyusui menurut Bianccuzzo (1999) adalah sosial budaya, psikologi dan biologis ibu sendiri. Sementara menurut Arbon dan Byrne (2001) faktor-faktor yang mempengaruhui ibu untuk menyusui adalah :

1. Faktor Psikologi.

Status psikologi mendasari ibu dan pendukungnya untuk keberhasilan menyusui, termasuk percaya diri ibu dan komitmen untuk menyusui, bayi merasa kenyang merupakan kepuasan bagi ibu menyusui. Psikologi ibu termasuk disekitarnya yang dekat dalam struktur dukungan. Jenis dari dukungan termasuk memberi informasi, emosi dan memberi pertolongan. Dukungan informasi termasuk bagian dari pengetahuan tentang keuntungan menyusui dan cara menyusui. Dukungan emosi termasuk memberi pengertian, membesarkan hati dan menyayangi. Dukungan pertolongan termasuk memberi pertolongan fisik untuk dapat memyusui bayinya. Pemberi dukungan termasuk keluarga, teman, suami atau teman dekat, tenaga kesehatan dan lingkungan budaya.

2. Faktor Dukungan Tenaga Kesehatan.

Dukungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat membangkitkan rasa percaya diri ibu untuk membuat keputusan menyusui bayinya. Informasi tentang perawatan pada masa hamil, lamanya menyusui, keuntungan menyusui, kontak awal-bayi, petunjuk-petunjuk menyusui, tipe bantuan yang dibutuhkan oleh ibu adalah merupakan dukungan tenaga kesehatan untuk menyukseskan kelangsungan pemberian ASI eksklusif.

3. Faktor Biomedik

Faktor biomedik terdiri dari jumlah kelahiran, kesehatan bayi dan kesehatan ibu ( selama hamil, melahirkan dan setelah melahirkan) dan status merokok. Kesiapan fisik yang mendukung ibu dalam melakukan inisiasi menyusui dini, salah satunya adalah kondisi payudara dan puting susu yang sehat dan baik.

Sambungan BAB II

Menekan payudara bagian atas.
5) Sentuhan mulut bayi dengan puting susu, hingga mulut bayi membuka lebar.
6) Masukkan secepatnya seluruh puting susu sampai areola mammae ke mulut bayi, hingga berada antara lidah dan langit - langit.
7) Dekaplah bayi ketubuh ibu dengan lengan kiri, hingga ujung hidung bayi menyentuh payudara.
8) Tekanlah sedikit payudara bagian atas dengn tangan kanan hingga hidung bayi tidak tertutup dan bayi dapat bernapas dengan baik.
9) Bila bayi sudah kenyang maka bayi tersebut akan melepaskan sendiri isapannya, dan tidak dianjurkan menarik puting susu saat bayi masih mengisap.
10) Susui pada kedua payudara setiap dua jam sekali atau bila bayi menangis sehingga produksi ASI bertambah banyak.
11) Setelah selesai bayi menyusui jangan langsung ditidurkan tetapi harus disendawakan untuk mencegah terjadinya aspirasi.

18 April 2009

IKUTILAH DIRIKU BILA AKU MAJU

doronglah diriku bila berhenti

&

Berilah "INSPIRASI" bila Aku jatuh

17 April 2009

BAB II

A. Tinjauan Tentang Inisiasi Menyusui Dini


1. Air Susu Ibu (ASI)

Yang dimaksud dengan ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, aìr teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim(Utami Roesli.2000 :2)

Praktik pemberian ASI pada bayi dipengaruhui oleh gaya hidup. Para ibu merasa bahwa pemberian ASI akan membatasi aktivitas sosial mereka, membuat pakaian tidak rapi, atau sangat repot.Sekitar 60% ibu memberikan ASI setelah melahirkan, namun berhenti dalam minggu pertama. Wanita merespons pemberian informasi, nasihat, dan dorongan semangat. Tidak ada orang yang ingin melihat seorang wanita yang tidak mau memberikan ASI dipaksa untuk melakukannya, namun ada suasana yang menyenangkan diantaranya dan hal yang sama dikatakan ole banyak dokter dan perawat (Roy Meadow dan Simon Newell.2005 : 81)












2. Pengertian Inisiasi Menyusui Dini.

Inisiasi menyusui dini atau permulaan menyusui dini adalah bayi mulai menyusui sendiri segera setelah lahir. Melalui kontak kulit bayi dengan menyusui sendiri segera setelah lahir, yang dinamakan the breast crawl atau merangkak mencari payudara(Utami Roesli.2008)

Sejak disadari bayi baru lahir dapat merangkak kearah payudara, menemukan
puting susu, kemudian menyusui sendiri, sehingga semua orang tua, ibu ayah, bahkan tenaga kesehatan sangat terpesona menyaksikan keajaiban ini(Utami Roesli.2008)

Menyusui adalah suatu cara yang tidak duanya dalam memberikan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sehat serta mempunyai pengaruh biologis dan kejiwaan yang unik terhadap kesehatan ibu dan bayi(WHO.1994:1)





3. Keuntungan Inisiasi Menyusui dini

Berdasarkan penelitian inisiasi menyusui dini di beberapa negara dapat ditemukan beberapa keuntungan sebagai berikut :

a. Meningkatkan 8 kali keberhasilan pelaksanaan ASI ekslusif
b. Meningkatkan angka keselamatan hidup bayi di usia 28 hari pertama kehidupannya (Ghana,2004)
c. Bayi dapat menyusu dengan baik
d. Meningkatkan lama bayi menyusu dengan ibunya.

3. Langkah - langkah inisiasi menyusu dini

a. Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah di alasi kain kering.

b. Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannya.

c. Tali pusat dipotong, lalu diikat.

d. Vermix ( zat lemak putih ) yang melekat ditubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi.

e. Tampa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama - sama, jika perlu bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.


4. Pentingnya kontak kulit dan menyusui sendiri

Dua hal yang tidak disadari selama ini adalah kontak kulit bayi dan ibu penting, bayi segera lahir dapat menyusui sendiri.
Mengapa kontak kulit dengan kulit segera setelah lahir dan bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama kehidupan penting :

a. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara. Ini akan menurunkan kematian karena kedinginan (hypothermia).

b. Ibu dan bayi
merasa lebih tenang. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Bayi akan lebih jarang menangis sehingga mengurangi pemakaian energi.

c. Saat merangkak mencari payudara, bayi memindahkan bakteri dari kulit ibunya dan ia akan menjilat-jilat kulit ibu, menelan bakteri 'baik' di kulit ibu.

d. 'Bonding' (Ikatan kasih sayang) antara ibu-bayi akan lebih karena pada 1-2 jam pertama, bayi dalam keadaan siaga. Setelah itu, biasanya bayi tidur dalam waktu yang lama.

e. Makanan awal non - ASI mengandung zat putih telur yang bukan dari susu manusia, misalnya susu hewan, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan fungsi usus dan mencetuskan alergi lebih awal.

f. Bayi yang diberi kesempatan menyusui dini lebih berhasil menyusui eksklusif dan akan lebih lama disusui.
g. Hentakan kepala bayi ke dada ibu, sentuhan tangan ibu pada puting ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin yanh membantu rahim sehingga membantu pengeluaran ari-ari (plasenta) dan mengurangi perdarahan ibu, membuat ibu menjadi lebih rileks, lebih mencintai bayinya, meningkatkan ambang nyeri, perasaan bahagia, dan merangsang pengaliran ASI dari payudara.

h. Sandarkan kepala bayi pada dada ibu, sentuhan tangan bayi diputing susu dan sekitarnya, emutan dan jilatan bayi pada puting susu ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin.

i. Bayi mendapatkan ASI Kolostrum - ASI yang pertama kali keluar. Cairan emas ini yang dinamakan the gift of life. Bayi yang diberi kesempatan inisiasi menyusui dini lebih dulu mendapatkan kolostrum dari pada yang tidak diberi kesempatan. Kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh, penting untuk ketahanan terhadap infeksi, pertumbuhan usus, bahkan kelangsungan hidup bayi.

j. Ibu dan ayah akan merasa sangat bahagia bertemu dengan bayinya untuk pertama kali dalam kondisi sehat, dan ayah mendapat kesempatan mengazankan anaknya didada ibunya. Yang merupakan suatu pengalaman batin antara ketiganya (Utami Roesli. 2008).


5. Cara menyusui yang baik dan benar.

1) Duduk dengan santai dan tegak
2) Gunakan bantal atau selimut untuk menopang bayi
3) Puting susu dan areola mammae dibersihkan dengan kapas basah
4) Tangan kanan menyangga payudara kiri dengan keempat jari dan ibu jari menekan

Perumusan Masalah & Tujuan

B. Perumusan Masalah.

Dari permasalahan di atas dapat dirumuskan"faktor-faktor apakah yang memotivasi ibu melakukan inisiasi menyusui dini di RSUD Provinsi SULTRA".

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Khusus
a. Untuk mendapatkan gambaran dukungan tenaga kesehatan dalam melakukan inisiasi menyusui dini.

b. Untuk mendapatkan gambaran dukungan psikologis ibu dalam melakukan inisiasi menyusui dini.

c. Untuk mendapatkan gambaran kesiapan fisik ibu dalam melakukan inisiasi menyusui dini.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi petugas RSUD Provinsi SULTRA khususnya ruang kebidanan.

Dapat melaksanakan secara langsung teknik inisiasi menyusui dini saat bayi lahir, setiap ibu yang melahirkan, untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap kelangsungan pelaksanaan inisiasi menyusui dini plus ASI eksklusif.

2. Bagi Masyarakat

Memberikan masukan kepada masyarakat / pasien dalam peningkatan pengetahuan ibu dalam pelaksanaan program inisiasi menyusui dini satu jam pertama untuk semua bayi sampai usia 2 tahun

3. Bagi Institusi Pendidikan

Memberikan gambaran hasil mahasiswa selama proses pembelajaran, dan dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan keilmuan khususnya inisiasi menyusui dini plus ASI eksklusi untuk kelangsungan pemberian ASI sampai dua tahun.

4. Bagi Peneliti

Memberikan pengalaman bagi peneliti dalam pelaksanaan
penelitian mulai dari pengolahan sampai pada hasil penelitian.